Warisan - Humor

Humor-humor

Ustadz Rahmat Abdullah

 

Tidur Nelentang Bisa Mati

Suatu malam, di sebuah villa di kawasan puncak, para peserta dauroh (training) yang terlihat letih bersama Ustadz Rahmat Abdullah, berniat merebahkan tubuh mereka untuk beristirahat. Sang ustadz yang melihat mereka berbaring di atas lantai tak lupa berpesan, "Hei, kalian tidur jangan nelentang ya. Kalian bisa mati nanti."

Mendengar perkataan yang sepertinya serius itu, mereka buru-buru memperbaiki posisi tidur mereka. Tapi nasehat ini terasa aneh, sehingga membuat mereka terdiam dan berpikir.

Salah seorang peserta memberanikan diri bertanya, "Lho kok begitu, Ustadz?"

Sang ustadz yang ditanya diam tak berkomentar. Sementara yang lain sibuk memikirkan apa yang dimaksud ustadz sebenarnya. Tak lama kemudian, mereka semua tergelak tertawa, sebab ternyata yang dimaksud nelentang oleh sang ustadz bukanlah posisi terlentang seperti yang mereka sangka. Tetapi yang dimaksud adalah nelen tang (nama alat temennya obeng).

Nelen biskuit sambil tiduran saja bisa keselek, apalagi nelen tang!.*****

 

Lagu-lagu Tentara

Dalam suatu kegiatan i’tikaf di sebuah masjid, Ustadz Rahmat Abdullah mendapat kesempatan memberi ceramah subuh untuk para peserta. Namun karena mereka sepanjang malam mengikuti qiyamullail, sebagian peserta terlihat tak kuasa menahan kantuk.

Melihat kondisi itu Ustadz Rahmat tidak kehabisan akal. Dalam ceramahnya ia sisipkan humor yang menyindir kehidupan tentara. Katanya, "Yang namanya tentara itu di masing-masing pangkat punya lagu heroik sendiri-sendiri. Kalau masih berpangkat prajurit, lagunya: ‘Maju tak gentar membela yang benar,’" katanya sambil menyanyikan lagu itu dengan lantang. "Tapi, kalo sudah jadi sersan lagunya: ‘Padamu negeri kami berjanji....,’" katanya meneruskan ceritanya. "Nah, kalo sudah perwira lagunya lebih gembira, "Di sini senang di sana senang, di mana-mana hatiku senang."

Jamaah tertawa. Kantuk pun hilang.****