Suatu malam, di sebuah villa di kawasan puncak, para peserta
dauroh (training) yang terlihat letih bersama Ustadz
Rahmat Abdullah, berniat merebahkan tubuh mereka untuk
beristirahat. Sang ustadz yang melihat mereka berbaring di atas
lantai tak lupa berpesan, "Hei, kalian tidur jangan nelentang ya.
Kalian bisa mati nanti."
Mendengar perkataan yang sepertinya serius itu, mereka
buru-buru memperbaiki posisi tidur mereka. Tapi nasehat ini
terasa aneh, sehingga membuat mereka terdiam dan berpikir.
Salah seorang peserta memberanikan diri bertanya, "Lho kok
begitu, Ustadz?"
Sang ustadz yang ditanya diam tak berkomentar. Sementara yang
lain sibuk memikirkan apa yang dimaksud ustadz sebenarnya. Tak
lama kemudian, mereka semua tergelak tertawa, sebab ternyata
yang dimaksud nelentang oleh sang ustadz bukanlah posisi
terlentang seperti yang mereka sangka. Tetapi yang dimaksud
adalah nelen tang (nama alat temennya obeng).
Nelen biskuit sambil tiduran saja bisa keselek,
apalagi nelen tang!.*****